MUQ Pidie menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Mutu Kelembagaan
Menjelang genap dua dekade pengabdian, Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pidie menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) guna membahas hasil asesmen mutu kelembagaan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam melakukan refleksi menyeluruh terhadap sistem pendidikan yang telah berjalan, sekaligus merumuskan arah transformasi lembaga agar semakin kokoh, adaptif, dan relevan dengan tuntutan perkembangan zaman.
Sesi FGD diawali dengan paparan pengantar dari Bapak Muzakkir, Ph.D., yang menegaskan bahwa asesmen mutu bukanlah upaya untuk mencari kekurangan, melainkan proses ilmiah untuk membaca kondisi nyata lembaga berdasarkan data dan fakta. Ia menekankan pentingnya penyelarasan tata kelola, penguatan disiplin sistem, serta integrasi operasional antara unit sekolah, tahfiz, dan dayah sebagai fondasi utama dalam memperkuat keberlanjutan dan kualitas pendidikan di MUQ Pidie. Paparan tersebut menjadi pijakan awal dalam membangun diskusi yang konstruktif dan berbasis solusi.
Diskusi kemudian dipandu langsung oleh Pimpinan MUQ Pidie, Abati Tgk. Junaidi Ahmad, S.Ag., M.H., yang mengajak seluruh peserta melihat asesmen sebagai peluang perbaikan sistem, bukan sekadar evaluasi administratif. FGD turut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dan pengamat pendidikan di Kabupaten Pidie, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Pidie, drh. Muslizar Efendi, M.M., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie, Drs. Yusmadi Kasim, M.Pd., Ketua HUDA Waled Tgk. H. Abdul Hadi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pidie Taufik, M.Pd., pengamat sosial kalangan dayah Dr. Abdullah AR, M.Ag., pengamat hukum Umar Mahdi, S.H., M.H., Kasi Pondok Pesantren Kementerian Agama Ustaz Irwan Rasyidin, S.Ag., serta pengamat pendidikan Islam Dr. Darwin, S.Ag., M.H. Hadir pula para kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua asrama, serta ustaz dan ustazah pembina tahfiz di lingkungan MUQ Pidie.
Pembahasan berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif terkait penguatan tata kelola, sistem pengasuhan, integrasi program pendidikan, serta penyusunan standar operasional lembaga. Para peserta sepakat bahwa MUQ Pidie sedang berada pada fase penting pertumbuhan kelembagaan yang menuntut konsistensi sistem, kejelasan arah pengembangan, serta pembenahan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Sebagai hasil dari FGD tersebut, disepakati beberapa langkah strategis, antara lain penyesuaian dan penyelarasan kembali visi dan misi MUQ agar selaras dengan perkembangan lembaga, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai fondasi tata kelola yang terukur, serta pembentukan tim khusus untuk merumuskan SOP dan peta pengembangan MUQ secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen MUQ Pidie untuk terus berbenah melalui pendekatan ilmiah, kolaboratif, dan partisipatif, demi membangun sistem pendidikan yang kuat dan konsisten dalam mencetak santri unggul dalam akhlak, tahfiz, dan akademik.
