Madrasah Ulumul Quran Pidie Lakukan Kegiatan Jumat Berbagi

Semangat kepedulian sosial terus ditanamkan di lingkungan Madrasah Ulumul Quran Pidie melalui program Jumat Berbagi yang diinisiasi dan dijalankan oleh OSIS sekolah. Program ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian, serta kepekaan terhadap kondisi masyarakat di sekitar mereka. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai kemanusiaan tidak hanya diajarkan secara teori, tetapi dipraktikkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Dana untuk kegiatan Jumat Berbagi dihimpun secara rutin setiap hari Jumat melalui sumbangan sukarela para siswa. Setelah dana terkumpul, pengurus OSIS SMA Negeri Ulumul Quran  Pidie bersama pembina melakukan pendataan dan survei guna memastikan bantuan diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan. Dana tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk paket sembako yang disalurkan langsung kepada penerima manfaat.

Pada pelaksanaan terbaru, bantuan disalurkan ke dua kecamatan di Kabupaten Pidie, yakni Kecamatan Simpang Tiga dan Kecamatan Kembang Tanjong. Di Kecamatan Simpang Tiga, bantuan diberikan kepada Ibu Rahmah, warga Desa Seuk Cukok, seorang ibu yang membesarkan enam anak yatim dalam kondisi keterbatasan ekonomi. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Sementara itu, di Kecamatan Kembang Tanjong, bantuan diserahkan kepada dua keluarga di Desa Dayah Blang, yaitu Ibu Erna dan Ibu Hanifah. Proses penyaluran dilakukan secara langsung oleh pengurus OSIS dengan penuh empati dan rasa kebersamaan. Kehadiran para siswa disambut hangat oleh keluarga penerima, menciptakan suasana haru dan penuh syukur.

Ketua OSIS SMA Negeri Ulumul Quran menyampaikan bahwa Jumat Berbagi bukan sekadar program sosial, melainkan bagian dari pembinaan karakter siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan bertanggung jawab. Pihak sekolah pun memberikan apresiasi atas konsistensi dan semangat para siswa dalam menjalankan program ini, dengan harapan kegiatan tersebut terus berlanjut dan menjadi budaya positif yang mengakar kuat di lingkungan sekolah.