Hasil seleksi tersebut mencakup calon santri dari tiga jenjang pendidikan, yaitu MTs Ulumul Quran, SMPN Ulumul Quran, dan SMAN Ulumul Quran. Seluruh peserta telah mengikuti proses seleksi yang meliputi tes akademik, tes baca dan hafalan Al-Qur’an, serta tahapan pendukung lainnya sebagai bagian dari standar penerimaan santri baru di lingkungan MUQ Pidie.
Panitia menyampaikan bahwa daftar peserta yang dinyatakan lulus maupun cadangan telah diumumkan secara resmi melalui kanal informasi MUQ Pidie. Bagi calon santri yang dinyatakan lulus, diwajibkan untuk melakukan pendaftaran ulang sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Proses pendaftaran ulang dilaksanakan pada 21 hingga 24 Januari 2026 dengan melengkapi seluruh persyaratan administrasi serta memenuhi ketentuan pembayaran biaya masuk. Panitia menegaskan bahwa calon santri yang tidak melakukan pendaftaran ulang dalam rentang waktu tersebut akan dianggap mengundurkan diri, sehingga kesempatan dapat diberikan kepada peserta cadangan sesuai urutan yang berlaku.
Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru, Ustaz Zulfan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh proses seleksi dan pengumuman dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab. Pihak MUQ Pidie juga mengucapkan selamat kepada para calon santri yang dinyatakan lulus serta menyampaikan apresiasi kepada orang tua yang telah memberikan kepercayaan. Diharapkan para santri baru dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menempuh pendidikan dan tumbuh menjadi generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat serta bangsa.


Dalam perlombaan tersebut, tiga siswa SMA Negeri Ulumul Quran berhasil meraih Juara III pada kategori Syarhil Qur’an. Mereka adalah Hurin Sadida sebagai penceramah, Gina Magfirah sebagai qariah, dan Tazkiyatun Nufus sebagai sari tilawah. Penampilan mereka menunjukkan kekompakan tim, kefasihan dalam membaca ayat suci Al-Qur’an, serta kemampuan menyampaikan pesan-pesan Qurani dengan penuh penghayatan.
Prestasi ini merupakan hasil dari proses latihan yang intensif, pembinaan yang terarah, serta ketekunan para siswa dalam mengasah kemampuan di bidang tilawah dan syarhil Qur’an. Keberhasilan tersebut tidak hanya mencerminkan keterampilan teknis, tetapi juga menunjukkan kedalaman pemahaman terhadap makna ayat serta ketulusan dalam menyampaikan nilai-nilai Islam kepada para pendengar.
Kepala sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, serta pembinaan yang konsisten dari para guru pembimbing. Menurutnya, para peserta tidak hanya menampilkan kemampuan hafalan dan tilawah, tetapi juga mampu menghadirkan penafsiran dan hikmah yang menyentuh dalam penampilan Syarhil Qur’an.
Prestasi yang diraih ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus mengembangkan potensi di bidang keagamaan maupun seni Islam. Keberhasilan tersebut juga membuktikan bahwa siswa SMA Negeri Ulumul Quran mampu bersaing secara kompetitif di tingkat antarsekolah serta membawa nama baik sekolah melalui kerja keras, ketulusan, dan semangat berlatih yang berkelanjutan.
]]>Sesi FGD diawali dengan paparan pengantar dari Bapak Muzakkir, Ph.D., yang menegaskan bahwa asesmen mutu bukanlah upaya untuk mencari kekurangan, melainkan proses ilmiah untuk membaca kondisi nyata lembaga berdasarkan data dan fakta. Ia menekankan pentingnya penyelarasan tata kelola, penguatan disiplin sistem, serta integrasi operasional antara unit sekolah, tahfiz, dan dayah sebagai fondasi utama dalam memperkuat keberlanjutan dan kualitas pendidikan di MUQ Pidie. Paparan tersebut menjadi pijakan awal dalam membangun diskusi yang konstruktif dan berbasis solusi.
Diskusi kemudian dipandu langsung oleh Pimpinan MUQ Pidie, Abati Tgk. Junaidi Ahmad, S.Ag., M.H., yang mengajak seluruh peserta melihat asesmen sebagai peluang perbaikan sistem, bukan sekadar evaluasi administratif. FGD turut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dan pengamat pendidikan di Kabupaten Pidie, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Pidie, drh. Muslizar Efendi, M.M., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie, Drs. Yusmadi Kasim, M.Pd., Ketua HUDA Waled Tgk. H. Abdul Hadi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pidie Taufik, M.Pd., pengamat sosial kalangan dayah Dr. Abdullah AR, M.Ag., pengamat hukum Umar Mahdi, S.H., M.H., Kasi Pondok Pesantren Kementerian Agama Ustaz Irwan Rasyidin, S.Ag., serta pengamat pendidikan Islam Dr. Darwin, S.Ag., M.H. Hadir pula para kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua asrama, serta ustaz dan ustazah pembina tahfiz di lingkungan MUQ Pidie.
Pembahasan berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif terkait penguatan tata kelola, sistem pengasuhan, integrasi program pendidikan, serta penyusunan standar operasional lembaga. Para peserta sepakat bahwa MUQ Pidie sedang berada pada fase penting pertumbuhan kelembagaan yang menuntut konsistensi sistem, kejelasan arah pengembangan, serta pembenahan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Sebagai hasil dari FGD tersebut, disepakati beberapa langkah strategis, antara lain penyesuaian dan penyelarasan kembali visi dan misi MUQ agar selaras dengan perkembangan lembaga, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai fondasi tata kelola yang terukur, serta pembentukan tim khusus untuk merumuskan SOP dan peta pengembangan MUQ secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen MUQ Pidie untuk terus berbenah melalui pendekatan ilmiah, kolaboratif, dan partisipatif, demi membangun sistem pendidikan yang kuat dan konsisten dalam mencetak santri unggul dalam akhlak, tahfiz, dan akademik.
]]>Dana untuk kegiatan Jumat Berbagi dihimpun secara rutin setiap hari Jumat melalui sumbangan sukarela para siswa. Setelah dana terkumpul, pengurus OSIS SMA Negeri Ulumul Quran Pidie bersama pembina melakukan pendataan dan survei guna memastikan bantuan diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan. Dana tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk paket sembako yang disalurkan langsung kepada penerima manfaat.
Pada pelaksanaan terbaru, bantuan disalurkan ke dua kecamatan di Kabupaten Pidie, yakni Kecamatan Simpang Tiga dan Kecamatan Kembang Tanjong. Di Kecamatan Simpang Tiga, bantuan diberikan kepada Ibu Rahmah, warga Desa Seuk Cukok, seorang ibu yang membesarkan enam anak yatim dalam kondisi keterbatasan ekonomi. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Sementara itu, di Kecamatan Kembang Tanjong, bantuan diserahkan kepada dua keluarga di Desa Dayah Blang, yaitu Ibu Erna dan Ibu Hanifah. Proses penyaluran dilakukan secara langsung oleh pengurus OSIS dengan penuh empati dan rasa kebersamaan. Kehadiran para siswa disambut hangat oleh keluarga penerima, menciptakan suasana haru dan penuh syukur.
Ketua OSIS SMA Negeri Ulumul Quran menyampaikan bahwa Jumat Berbagi bukan sekadar program sosial, melainkan bagian dari pembinaan karakter siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan bertanggung jawab. Pihak sekolah pun memberikan apresiasi atas konsistensi dan semangat para siswa dalam menjalankan program ini, dengan harapan kegiatan tersebut terus berlanjut dan menjadi budaya positif yang mengakar kuat di lingkungan sekolah.
]]>Seleksi tahun ini diikuti oleh calon santri dari jenjang MTs, SMP, dan SMA. Seluruh peserta mengikuti tahapan ujian dengan tertib dan disiplin, mencerminkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap MUQ Pidie sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan pembinaan akademik dan keagamaan. Tingginya minat pendaftar menunjukkan komitmen orang tua dalam memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putri mereka.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pelaksanaan tes berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, Sabtu, 17 Januari 2026, peserta mengikuti tes akademik serta wawancara yang melibatkan calon santri dan wali santri. Selanjutnya, pada Minggu, 18 Januari 2026, peserta menjalani tes baca Al-Qur’an dan hafalan Al-Qur’an. Materi hafalan disampaikan secara langsung saat pengarahan pada hari pertama pelaksanaan tes, tepat pukul 08.00 WIB.
Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru, Ustaz Zulfan, M.Pd, menyampaikan bahwa seluruh tahapan seleksi dirancang secara komprehensif untuk menjaring calon santri yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga kesiapan spiritual, mental, dan komitmen belajar yang kuat. Ia menegaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan standar pendidikan yang berlaku di MUQ Pidie.
Secara umum, pelaksanaan tes berlangsung dalam suasana yang tertib dan kondusif. Panitia memberikan arahan secara jelas kepada peserta dan wali santri sehingga setiap tahapan dapat berjalan lancar. Pihak MUQ Pidie juga menginformasikan bahwa pengumuman hasil seleksi akan disampaikan pada 20 Januari 2026 melalui akun resmi media sosial Dayah MUQ Pidie dan kanal informasi resmi lainnya. Diharapkan, santri yang dinyatakan lulus nantinya mampu tumbuh menjadi generasi Qurani yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap memberikan kontribusi positif bagi umat dan bangsa.
]]>Dalam sambutannya, Bupati Sarjani Abdullah menyampaikan ucapan selamat kepada Tgk. Junaidi Ahmad atas amanah baru yang diemban. Ia berharap momentum pengukuhan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kinerja serta kualitas pendidikan Qur’ani di Kabupaten Pidie. Menurutnya, kepemimpinan yang kuat dan visioner sangat dibutuhkan untuk membawa MUQ Pidie semakin maju dan berdaya saing.
Bupati juga menekankan pentingnya optimalisasi kinerja dalam mewujudkan visi dan misi madrasah. Ia berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat arah pembinaan sehingga lahir generasi Qur’ani yang beriman, bertakwa, dan memiliki karakter Islami yang kokoh. Penguatan sistem pendidikan, baik dari sisi akademik maupun pembinaan akhlak, menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.
Selain itu, Sarjani Abdullah menyoroti pentingnya pembinaan hafiz dan hafizah, termasuk mendorong pencapaian hafalan Al-Qur’an 30 juz bagi para santri. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program Pemerintah Kabupaten Pidie, yaitu “Satu Hari Satu Ayat”, yang diharapkan dapat menjadi standar pembinaan hafalan di lingkungan MUQ. Menurutnya, lulusan MUQ Pidie harus mampu tampil sebagai pribadi berakhlak mulia sekaligus memiliki capaian hafalan yang membanggakan.
Sementara itu, Tgk. Junaidi Ahmad dikenal luas di Kabupaten Pidie sebagai sosok yang berpengalaman dalam bidang kepemimpinan dan kelembagaan, termasuk pernah menjabat sebagai Komisioner KIP Pidie dan KIP Aceh. Dengan latar belakang tersebut, diharapkan ia mampu membawa MUQ Pidie ke arah yang lebih progresif, sekaligus menjadikan pengukuhan ini sebagai momentum kebangkitan dan penguatan mutu pendidikan Qur’ani di daerah.
]]>Kegiatan diawali dengan berbagai penampilan kreativitas santri, seperti pembacaan shalawat, hadrah, serta pertunjukan seni Islami yang menggambarkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Lantunan selawat yang menggema menghadirkan suasana khidmat, membuat seluruh hadirin larut dalam rasa cinta dan kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW. Penampilan para santri menjadi bukti bahwa nilai-nilai keislaman tidak hanya diajarkan, tetapi juga dihidupkan melalui ekspresi seni dan budaya.
Puncak acara diisi dengan ceramah Maulid oleh Tgk. H. Yusri Puteh yang menyampaikan tausiyah penuh makna tentang pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa pendidikan anak harus menjadi prioritas utama, baik di lingkungan keluarga maupun lembaga pendidikan. Ia juga mengingatkan agar menjauhi sikap sombong dan merasa paling benar, karena ilmu tidak akan membawa manfaat tanpa kerendahan hati. Pesan tersebut disambut antusias dan tepuk tangan para jamaah.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Ketua MUQ Pidie, Tgk. Junaidi Ahmad, S.Ag., M.H., menyampaikan sambutan yang sarat motivasi dan apresiasi. Ia memberikan penghargaan khusus kepada Arief Maulana, santri kelas XI SMA yang meraih Juara I Tahfidz 30 Juz pada ajang MUQAS IX di Banda Aceh. Sebagai bentuk dukungan terhadap prestasi tersebut, pihak madrasah menggratiskan biaya makan selama satu tahun penuh bagi Arief Maulana, keputusan yang disambut haru dan bangga oleh seluruh hadirin.
Mengusung tema “Meneladani Akhlak serta Meningkatkan Kecintaan kepada Rasulullah SAW,” peringatan Maulid tahun ini menjadi momentum spiritual yang mempererat silaturahmi dan memperkuat komitmen pembinaan akhlak di lingkungan MUQ Pidie. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga pengingat bahwa lembaga pendidikan memiliki peran besar dalam menanamkan nilai cinta Rasulullah serta membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter Islami.
]]>Ketua Panitia, Muhammad Ali Ghufran, dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh santri MUQ Pidie ambil bagian dalam kegiatan ini melalui 12 cabang lomba. Cabang tersebut meliputi Tahfidz, Kiraatul Kutub, Imlak, Islamic Story Telling, Syarhil Quran, Fahmil Quran, hingga cabang olahraga seperti futsal yang diperuntukkan bagi santriwan. Ia menegaskan bahwa MIFEST bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang pengembangan potensi dan kreativitas santri dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan.
Dalam sambutannya, Plt. Ketua MUQ Pidie, Tgk. Junaidi Ahmad, S.Ag., M.H., menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan bahwa MIFEST menjadi sarana pembelajaran kepemimpinan, manajemen kegiatan, serta kerja sama tim bagi para santri. Menurutnya, festival ini adalah ruang tumbuh yang membentuk karakter, bukan semata-mata perlombaan untuk mencari juara.
Tgk. Junaidi juga menegaskan identitas dan semangat kebanggaan terhadap MUQ melalui ungkapan yang penuh makna tentang posisi MUQ sebagai “seuramoe”-nya masyarakat Pidie. Pernyataan tersebut disambut takbir dan tepuk tangan meriah dari para santri yang memadati area panggung utama. Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang diwakili oleh Kabid SDM, Bapak Taufik, yang menilai MIFEST sebagai wujud nyata implementasi ilmu, karakter, serta semangat kompetitif yang sehat di kalangan santri.
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan tari Rapai Geleng dari Sanggar Seni MUQ Pidie yang memukau para penonton. Gerakan ritmis dan energik para penari menjadi simbol semangat santri yang terus menyala dalam berkarya dan berprestasi. Melalui MIFEST ke-5 ini, para santri menunjukkan bahwa mereka tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga kreatif, berbudaya, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.
]]>Pawai budaya tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Uroe Lahee Pidie yang berlangsung sejak 13 hingga 20 September 2025. Seluruh kegiatan dipusatkan di komplek Pidie Convention Centre (PCC), Sigli, dan diisi dengan berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat luas sebagai bentuk perayaan sejarah dan identitas daerah.
Selain pawai budaya, Pemerintah Kabupaten Pidie juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan pendukung, seperti Expo UMKM, sepeda santai, senam bersama, permainan rakyat, pentas seni, serta pelayanan kesehatan gratis. Rangkaian acara ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.
Keikutsertaan siswa Ulumul Quran dalam pawai tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian adat dan budaya Aceh. Para siswa tampil dengan tertib dan penuh percaya diri, sekaligus menyampaikan pesan sosial melalui kampanye “Stop Bullying” sebagai bentuk ajakan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan harmonis di kalangan pelajar.
Kepala Ulumul Quran menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para siswa dalam kegiatan tersebut. Ia berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap adat istiadat dan nilai-nilai syariat, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, peduli, dan bangga terhadap jati diri daerahnya.
]]>Tim debat SMA Negeri Ulumul Quran diperkuat oleh tiga siswa kelas XII, yaitu Sayed M. Raihan Bhaihaqi Al Hasani, Azzahra, dan Cut Alisha Nauli. Ketiganya dibimbing secara langsung oleh guru Bahasa Indonesia, Ibu Yulidar, S.Pd., yang memberikan pendampingan intensif berupa penguatan materi, strategi penyusunan argumen, hingga teknik penyampaian pendapat secara efektif dan persuasif di hadapan dewan juri.
Proses persiapan dilakukan selama beberapa minggu dengan pendalaman berbagai isu aktual, mulai dari persoalan sosial, budaya, pendidikan, hingga kebangsaan. Para siswa juga dilatih menyusun argumen yang logis, sistematis, dan berbasis data, serta meningkatkan keterampilan berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Simulasi debat dengan format perlombaan turut dilaksanakan agar tim lebih siap menghadapi dinamika kompetisi yang sesungguhnya.
Meskipun pada kesempatan ini tim belum berhasil meraih posisi juara, partisipasi mereka di tingkat kabupaten menjadi pengalaman yang sangat berharga. Keikutsertaan tersebut mencerminkan semangat sekolah dalam mendorong siswa untuk berani tampil, berpikir kritis, serta mengemukakan gagasan secara percaya diri dan bertanggung jawab.
Kepala SMA Negeri Ulumul Quran menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras tim debat. Ia menegaskan bahwa ajang seperti ini menjadi sarana penting dalam meningkatkan literasi, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi siswa. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap dapat terus membina generasi muda yang cerdas, tangguh, dan siap mengharumkan nama sekolah di berbagai kompetisi akademik pada jenjang yang lebih tinggi.
]]>